Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2010

Seminar nasional dan TE-FULDKIP

Gambar
Lendo Novo Pembicara Semnas

PENDIDIKAN PROFETIK

Gambar
Profetik berasal dari bahasa inggris prophetical yang mempunyai makna kenabian atau sifat yang ada dalam diri seorang nabi (Kuntowijoyo). Yaitu sifat nabi yang mempunyai ciri sebagai manusia yang ideal secara spiritual-individual, tetapi juga menjadi pelopor perubahan, membimbing masyarakat ke arah perbaikan dan melakukan perjuangan tanpa henti melawan penindasan. Secara definitif, pendidikan profetik dapat dipahami sebagai seperangkat teori yang tidak hanya mendeskripsikan dan mentransformasikan gejala sosial, dan tidak pula hanya mengubah suatu hal demi perubahan, namun lebih dari itu, diharapkan dapat mengarahkan perubahan atas dasar cita-cita etik dan profetik. Secara normatif-konseptual, paradigma profetik versi Kuntowijoyo (alm) didasarkan pada Surat Ali-Imran ayat 110 yang artinya: “Engkau adalah ummat terbaik yang diturunkan/dilahirkan di tengah-tengah manusia untuk menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah kemunkaran dan beriman kepada Allah”. Terdapat tiga pilar utama dalam

Kota Suci Penerang Peradaban

Gambar
Ada dua kota suci yang dirindukan umat Islam untuk selalu di singgahi yakni Mekkah dan Madinah. Nabi Muhammad saw dilahirkan di Mekkah, dan di kota inilah nabi Muhammad mulai menyebarkan risalah agamanya. Di masa pra islam, Mekkah sudah menjadi kota metropolis yang maju, perdagangan yang berkembang dan tradisi keilmuan yang sudah mengenal baca tulis, tetapi karena tidak adanya pemimpin suku yang definitif, akhirnya sering terjadi konflik antar suku. Baru setelah Muhammad terpilih untuk menegakkan risalah Islamiyah, beliau akhirnya terpilih sebagai al-amin (yang terpercaya) walaupun demikian, bukanlah semulus yang diperkirakan, karena banyak pembesar Quraisy yang menolak ajaran agama baru yang disebarkan Muhammad. Terbukti ketika Fathu Mekkah (pembebasan Mekkah), Nabi tidak memaksakan ajaran agama kepada masyarakat Mekkah. Beliau justru menawarkan jalan damai bagi semua warga. Bahkan Muhammad memaafkan pembesar Quraisy. Ketika Mekkah sudah di tan