Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Kajian Ramadhan Skuy (KRS#4): Pergerakan Sosial Pemuda Muslim Lewat Kolektivitas Ekonomi di Tengah Pandemi

Pemateri                     : Muhammad Sulthan Farras Nanz Moderator                 : Bagus Febriyono Hari/tanggal               : Kamis, 7 Mei 2020 Kolektivitas ekonomi selaras dengan misi mulia umat islam untuk menjadi rahmatan lil alamin, bukan terbatas pada rahmatan lil muslimin. Maka dari itu kita didorong untuk terus berkontribusi dan menebar manfaat bagi setiap insan, dengan tidak mendiskriminasi atas agama, ras, suku, atau golongan. Kolektivitas yang ada dalam struktur sosial masyarakat sebagai budaya dan kondisi psikologi individu, membuat berbagai gerakan kolektif masyarakat lebih mudah karena individu menginternalisasi kepentingan/tujuan kelompok dalam derajat yang lebih tinggi. Hal ini juga mendorong adanya kesesuaian dan menekan adanya ketergantungan pada individu. Dalam kondisi krisis seperti saat ini, kolektivisme memiliki keunggulan dalam hal koordinasi proses produksi dan distribusi dalam berbagai bentuk, dan meningkatkan efisiensi dalam rantai ekonomi. S

Kajian Ramadhan Skuy (KRS#3): Menjadi Hamba yang Pandai Bersyukur

Ustadz Ginanjar Ghairu Mamnun Senin, 4 Mei 2020 Via Grup WA Bersyukur menjadi salah satu cara menjaga kewarasan kita di tengah pandemi seperti ini. QS. Al Baqarah (2) :172, “Hai orang-orang yang beriman makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah jika benar-benar kepadaNya kamu menyembah.”. Do’a bangun tidur sebagai salah satu bentuk syukur telah dibangunkan dari kematian yang sementara. Tiga kriteria syukur dalam buku Tazkiyatun Nafs dari Sayyid Hawa: a. Memiliki pengetahuan , memahami hakikat kenikmatan, jenis nikmat yang Allah berikan kepada kita. Nikmat sehat, sempat, lapang, kenyang, dan sebagainya.  Memiliki pengetahuan tentang siapa pemberi nikmat, Allah yang memberi nikmat bukan makhluk.Allah SWT adalah dzat yang Maha Kuasa atas segala sesuatu sedangkan makhluk tidak bisa memberikan keburukan ataupun manfaat kepada makhluk lain kecuali Allah menghendaki. Nikmat bisa melalui makhluk maupun secara langsung. M

Kajian Ramadhan Skuy (KRS#2): Ramadhan Bersama Corona, Apa yang Beda ?

Pemateri           : Ust. Dwi Budiyanto Moderator        : Mush’ab A. Yahya Hari/tanggal     : Kamis, 30 April 2020 Target ramadhan adalah untuk membentuk diri untuk menjadi pribadi yang bertaqwa. Taqwa dalam hal ini adalah sikap untuk berhati-hati dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita harus menjadi sosok yang hati-hati dalam meniti hidup, senantiasa memikirkan bahwa hidup kita ini lebih banyak membawa manfaat atau mudharat bagi orang lain. Hal ini merupakan akar yang menjadikan pribadi muslim menjadi pribadi yang tertata di dalam hidupnya. Orang yang bertaqwa senantiasa menimbang-nimbang setiap langkah dalam hidupnya sehingga hal itu menjadikan mereka pribadi yang penuh manfaat dalam kehidupannya. Pada ramadhan tahun ini, kita dipertemukan oleh Allah Subhanahu Wa ta'ala dengan dua momentum sekaligus. Pertama adalah momentum ramadhan dan yang kedua adalah momentum krisis karena penyebaran pandemic COVID-19, dua momentum yang belum pernah terjadi di masa-masa sebelumnya.

Kajian Ramadhan Skuy (KRS#1): Ramadhan Berkesan dengan Al-Qur’an

Bismillaahirahmaanirrahiim Pemateri : Reno Anugerah Pratama, S.SOS., S.Pd Moderator : Nauval Fauzan M. ·          Bulan Ramadhan bulan yang suci, dimana amalan ibadah dilipat gandakan dan para umat islam yang beriman diwajibkan untuk berpuasa sesui dengan surah Al-Baqarah: 183   “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183). ·          Ramadhan berkesan. Apakah sudah menemukan bulan Ramadhan yang berkesan? Jangan sampai di bulan Ramadhan kita lalui dengan biasa saja dan melakukan kegiatan yang sia-sia tanpa ada perubahan diri menjadi lebih baik dari sebelumnya karena terlalu fokus mengejar dunia. ·          Bersyukurlah karena masih bisa diberi kesempatan untuk berjumpa dengan bulan suci Ramadhan karena diluar sana banyak orang-orang yang tidak diberi kesempaatan untuk berjumpa kembali dengan bulan suci Ramadhan karena sudah berpulang kepada Allah. ·          R