Langsung ke konten utama

Apa itu Thoharoh?

Kamus Cermat alias Kajian Muslimah Ceria Jum’at, yaitu kajian rutin yang dilaksanakan setiap hari Jum’at pada pukul 11.00 WIB akhirnya mulai berjalan lagi pada kepengurusan KMIP 2013. Selama kepengurusan 2013 kajian kali ini merupakan yang ketiga kalinya. Tema yang dibahas adalah mengenai Fiqih tentang Thoharoh.

Apa itu Thoharoh? Secara bahasa artinya adalah bersih, sedangkan secara istilah artinya adalah menghilangkan apapun yang menyebabkan tidak sahnya shalat. Nah, para sahabat yang dirahmati Allah, berikut ini merupakan syarat sahnya shalat;
1. Suci dari najis dan hadas, baik hadas kecil maupun hadas besar.
2. Mengetahui masuk waktu shalat.
3. Suci badan, pakaian, dan tempat shalat.
4. Menutup aurat.
5. Menghadap kiblat.

Lalu, apa perbedaan antara najis dan hadas? Najis adalah suatu kotoran yang dalam bentuk benda (ada wujudnya), sedangkan hadas adalah keadaan manusia yang sedang kotor. Najis dibagi menjadi 3, yaitu;
1. Najis Mukhaffafah, yaitu najis ringan seperti air seni atau air kencing bayi laki-laki yang hanya diberi minum ASI (Air Susu Ibu) tanpa makanan lain dan belum berumur 2 tahun. Untuk mensucikan najis mukhaffafah dengan memercikkan air bersih pada bagian yang terkena najis.

2. Najis Mutawasithoh, yaitu najis yang keluar dari kubul dan dubru manusia dan binatang dengan tingkatan sedang seperti air kencing, kotoran buang air besar, bangkai (kecuali ikan dan belalang), dan sebagainya. Cara membersihkannya dengan dibasuh 1-3 kali dengan air bersih hingga hilang rasa, warna, dan baunya.

3. Najis Mugholadzoh, yaitu najis sangat tinggi tingkatannya sehingga untuk membersihkan najis tersebut harus dicuci dengan air bersih 7 kali, di mana 1 kali di antaranya menggunakan tanah. Contohnya adalah air liur anjing.

Hadas dibagi menjadi 2, yaitu;
1. Hadas kecil Contohnya : Keluarnya sesuatu benda (padat, cair, atau gas) dari salah satu jalan pelepasan (qubul atau dubur/lubang alat kelamin atau anus), Hilang akal/kesadaran (mabuk, pingsan, tidur dan sebagainya), persentuhan kulit (tanpa benda pemisah) antara laki-laki dan perempuan bukan muhrim, memegang (dengan telapak tangan sebelah dalam) jalan pelepasan (qubul atau dubur/lubang alat kelamin atau anus) baik miliknya sendiri atau orang lain.

2. Hadas besar Contohnya : Keluarnya mani (sperma), persetubuhan (meskipun tidak sampai keluar sperma), haid (menstruasi), nifas (keluar darah sesudah persalinan), dan wiladah (persalinan).

Ada 3 jenis air, yaitu;
1. Air suci mensucikan, seperti air hujan, air sumur, air laut, air danau, dan air sungai yang mengalir.

2. Air suci tetapi tidak mensucikan, seperti teh, kopi, sirup, dan air yang tidak mencapai 2 qulah.

3. Air tidak suci, seperti air comberan, air yang terkena najis sampai berubah warna, dan air kencing.

Sebagaimana dalam QS Al-Baqarah ayat 222 : Artinya : “Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. Ialah segala sesuatu yang disembah di samping menyembah Allah seperti berhala-berhala, dewa-dewa, dan sebagainya.”

Wallahu’alam bisshawab, Wassalam ^^

Pos populer dari blog ini

PENDIDIKAN PROFETIK

Profetik berasal dari bahasa inggris prophetical yang mempunyai makna kenabian atau sifat yang ada dalam diri seorang nabi (Kuntowijoyo). Yaitu sifat nabi yang mempunyai ciri sebagai manusia yang ideal secara spiritual-individual, tetapi juga menjadi pelopor perubahan, membimbing masyarakat ke arah perbaikan dan melakukan perjuangan tanpa henti melawan penindasan.
Secara definitif, pendidikan profetik dapat dipahami sebagai seperangkat teori yang tidak hanya mendeskripsikan dan mentransformasikan gejala sosial, dan tidak pula hanya mengubah suatu hal demi perubahan, namun lebih dari itu, diharapkan dapat mengarahkan perubahan atas dasar cita-cita etik dan profetik.
Secara normatif-konseptual, paradigma profetik versi Kuntowijoyo (alm) didasarkan pada Surat Ali-Imran ayat 110 yang artinya: “Engkau adalah ummat terbaik yang diturunkan/dilahirkan di tengah-tengah manusia untuk menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah kemunkaran dan beriman kepada Allah”.
Terdapat tiga pilar utama dalam i…

KETENTUAN LOMBA-LOMBA PENSIL (PENTAS SENI ISLAMI) KMIP FEST 2014 JUM’AT , 21 NOVEMBER 2014

A.KETENTUAN UMUM
    1.Mahasiswa/i Muslim aktif angkatan 2012 – 2014
    2.Mahasiswa UNY
    3.Menyerahkan fotocopy KTM 2 lembar*
* tempat dan waktu menyusul
    4.Peserta boleh mengikuti lomba maksimal 2 lomba
    5.Peserta mengisi formulir file kirim ke email kmipfipuny@gmail.com 
        Dengan format: Formulir KMIP Fest_Nama Peserta.
    6.Pendaftaran paling lambat tanggal 20 November 2014 pukul 16.00 WIB. 

B.KETENTUAN LAINNYA
   1.Nomor undian tampil peserta akan ditentukan oleh panitia
   2.Peserta wajib melakukan registrasi ulang dan mengikuti acara pembukaan di FIP tanggal 21 November 2014 pukul 13.15 WIB
   3.Pemenang lomba akan diumumkan pada acara puncak KMIP Fest tanggal 28 November 2014 di Fakultas Ilmu Pendidikan UNY.
   4.Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat
   5.Peserta akan dihubungi jika terjadi perubahan waktu dan teknis sewaktu-waktu

C.KETENTUAN KHUSUS
1.Nasyid
   a.Satu delegasi terdiri dari 3 – 5 orang 
   b.Peserta adalah laki-laki (ikhwan)
   c.Setiap peserta/personel tidak …

Kota Suci Penerang Peradaban