KMIP UNY

Keluarga Muslim Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta

Latest Posts
Cover Adiksi || Edisi Juni 2016



Tema Poster
  1. Poster harus bersifat persuasif, meningkatkan kesadaran mahasiswa untuk lebih menanamkan nilai-nilai Islam dengan tema “Indahnya Islam, Manisnya Iman”
  2. Segala unsur dalam poster harus menjunjung tinggi nilai etis, kesopanan, dan agama.
Peserta
  1. Peserta adalah perseorangan dan khusus mahasiswa aktif UNY.
  2. Karya yang dikirim merupakan karya asli, belum pernah diikutkan lomba, dan belum pernah dipublikasikan.
  3. Setiap peserta diperbolehkan mengirimkan maksimal dua karya.
  4. Karya peserta merupakan hak milik panitia.
Layout dan Format
  1. Layout dengan ukuran A3 extention.
  2. Desain poster dapat menggunakan  aplikasi komputer atau software umum (Corel Draw, Photoshop, atau kombinasi aplikasi lain) atau digambar secara manual dengan teknik menggambar, teknik pewarnaan, dan teknik arsiran bebas.
Pengiriman
  1. Peserta mengirimkan karya dalam bentuk Softfile dengan format CDR/PNG/PDF via email ke kmipfipuny@gmail.com
  2. Semua peserta diharapkan mengirim identitas diri berupa Nama, NIM, Program Studi, Fakultas, No. HP, dan scan KTM via email ke kmipfipuny@gmail.com, dengan subjek Poster Dakwah KMIP.
Deadline
Pendaftaran dan pengumpulan mulai tanggal 18 November-7 Desember 2015
Pengumuman pada saat acara puncak KMIP Fest (*info hari dan tanggal menyusul)

More info
0856-4324-7377 (Irsyad/ikhwan)
0857-2881-5735 (Chandra/akhwat)




Al-Qur’an, kitab suci agama Islam yang Allah anugerahkan kepada umat manusia. Sumber dari hukum Islam dan seluk-beluknya. Al-Qur’an tidak hanya sebagai tumpukan kertas yang terhimpun dalam sebuah jilid buku, Al-Qur’an adalah Firman Allah, petunjuk bagi Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya, yaitu umat Islam. Siapa yang tak mengenal Al-Qur’an? Tentu semua umat Islam sudah mengenalnya. Namun apakah cukup hanya dengan mengenalnya? Kita perlu paham apa yang ada di dalamnya sekaligus mengamalkannya.
Al-Qur’an mengandung banyak keutamaan, berlaku bagi semua umat bahwasanya Al-Qur’an ini adalah obat. “Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman” [QS. Yunus: 57]. Telah disebutkan bahwa Al-Qur’an adalah obat (penyembuh) bagi penyakit yang ada di dada yaitu hati. Penyakit hati sangatlah beraneka macam dan menjangkit hampir seluruh hati tiap-tiap manusia. Penyakit hati ini jika dibiarkan akan menggerogoti sedikit demi sedikit hingga akhirnya mengakibatkan matinya hati. Hati yang mati menjadi sekeras batu, tak mampu lagi membedakan mana yang benar dan salah.
Al-Qur’an adalah kitab penuh berkah dari Allah SWT, barangsiapa yang membacanya akan bernilai pahala kebaikan kepadanya. Al-Qur’an ini menentramkan jiwa bak hembusan angin lirih yang mampu menelusup ke setiap bagian tubuh manusia. “Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran” [QS. Sad: 29].
Allah SWT sangat memberi penghargaan kepada hamba-Nya yang mau membaca dan mempelajari Al-Qur’an. Disebutkan juga dalam sebuah hadits bahwasanya siapapun yang mau mempelajari Al-Qur’an kemudian mengajarkannya maka ia diberi predikat sebagai orang terbaik di antara manusia yang lain. “Orang yang terbaik di antara kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya” [HR. Al-Bukhari].
Siapa makhluk yang tidak mau dengan karunia besar dari Allah SWT berupa Al-Qur’an ini? Semua pasti menginginkannya setelah mengetahui segala keutamaan dan kebermanfaatan bagi umat manusia. Namun begitulah kita sebagai manusia, seberapa besar pun keinginan kita, masih saja dengan mudahnya kita mengalami penurunan iman, baik dalam hati maupun dalam amalan kita. Akhirnya yang dapat kita lakukan adalah selalu berusaha dengan usaha terbaik kita untuk selalu memurnikan hati kita dengan Al-Qur’an, agar hati ini bersih dari penyakit hati dan hati ini mampu merasakan kebahagiaan yang sangat indah, kebahagiaan dunia dan akhirat.


-AMK KMIP-
Syarat keislaman seorang hamba adalah syahadat. Syahadat merupakan landasan, inti ajaran Islam, yaitu bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Tiada ikrar paling kuat dan bermakna selain syahadat. Syahadat akan menghubungkan interaksi pada hati seseorang yang mengikrarkannya, yaitu cinta, ridha, dan shibghah.
Cinta, “Sesungguhnya orang-orang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal” [Al-Anfal: 2]. “...Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah...” [Al-Baqarah: 165].
Ridha, “Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari keridhaan Allah. Dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hambaNya” [Al-Baqarah: 207]. Shibghah, “Shibghah Allah, siapa yang lebih shibghahnya daripada Allah? Dan kepada-Nya kami menyembah” [Al-Baqarah: 138]
Setelah seseorang mampu menginteraksikan ketiga hal tersebut, maka hatinya sepenuhnya untuk Allah. Laillaha illallah.. Beriman adalah meyakini dalam hati, mengucapkan dalam lisan, dan melakukan dalam perbuatan. Maka realisasi dari syahadat yang telah diucapkan dan diyakininya akan direalisasikan dalam tindakannya. Allah adalah tujuan hidupnya, apapun yang dilakukannya hanyalah untuk mendapatkan keridhaan-Nya, tiada yang lain. Ia selalu mendahulukan hal-hal yang Allah ridha padanya dan tanpa ragu akan meninggalkan segala hal yang menjauhkan ridha Allah.
Islam sebagai pedoman hidupnya, Islam merupakan satu-satunya agama Allah. Barangsiapa yang mengikuti dan menjadikan Islam sebagai pedoman hidupnya, maka Allah menjamin keselamatan baginya. Allah berfirman dalam Surah Al-An’am ayat 153, “dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-berai kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa”. Islam sebagai agamanya, begitu pula Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi nya. Sebagai suri tauladan dalam hidupnya. Nabi Muhammad SAW, manusia terbaik yang Allah ciptakan untuk meluruskan jalan kebenaran yaitu jalan Allah Ta’ala.

-AMK KMIP-